Spatial Analysis of Open Unemployment Rate in West Java Province Using the Spatial Autoregressive Model
DOI:
https://doi.org/10.24036/ujsds/vol4-iss2/482Abstrak
Pengangguran tetap menjadi isu sosial-ekonomi utama di Provinsi Jawa Barat. Tingkat Pengangguran Terbuka (KPR) tidak hanya dipengaruhi oleh faktor regional internal tetapi juga oleh kondisi daerah tetangga, yang menunjukkan adanya saling ketergantungan spasial. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial KPR di Jawa Barat dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya menggunakan pendekatan Autoregresif Spasial (SAR). Studi ini menggunakan data sekunder lintas sektoral dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk tahun 2023. Hasil uji Moran's I menunjukkan autokorelasi spasial positif, yang menunjukkan bahwa daerah dengan KPR tinggi biasanya dikelilingi oleh daerah dengan tingkat pengangguran yang sama tingginya. Berdasarkan uji Pengali Lagrange, model SAR dipilih. Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan penduduk dan pengeluaran pemerintah secara signifikan mempengaruhi KPR. Selain itu, koefisien lag spasial positif dan signifikan, yang menegaskan adanya efek spillover spasial. Temuan ini menyoroti pentingnya memasukkan perspektif spasial dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan daerah.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Zulfadly Harman Harahap, Tessy Octavia Mukhti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




